Sarah is a Muslim and always Proud be in

 

aku pada mu.. :>

dia begitu setia padaku, terutama ketika aku sangat sedang butuh bantuannya…

dia begitu dekat dengan ku, bahkan sepanjang haripun selama 24 jam dia mau bersamaku…

dia begitu sabar pada ku, bahkan ketika aku terus memanfaatkannya untuk kepentinganku…

dia begitu kuat, dia tetap siaga kapanpun aku butuh dia…

dia mau saja aku perintah untuk mencari informasi kemana-mana ditemani dengan sikecil putih huawei

aku sayang kau hai hitam manis…

walaupun belum lunas hutang ku atas mu…

sampai saat ini

terimakasih Allah dan netbook hp2230s ku…

mengajarkan ku bahwa, laptop ini patuh sekali kepada pemiliknya..

bergitupun seharusnya aku, aku harus patuh pada pemilik diri ini, pemilik dirimu dan pemilik seluruh alam beserta isinya..

just write

Regular rhythm was nearer to follow these days, a small but deadly beats and it selfish, and we used to call it THE TIME


me and you also would not want to continue being followed by an object, isn’t it?, please just think to stop the time, but he’s got more than billions endless lives, only the Creator who can beat The Time

That’s Allah..

yappp
ultimately we are all unavoidably, like-dislike in, follow and pursue the time for us to survive

we can conquer time and stand upright on it by using the name of productivity ..
not to be lulled by the time the field, do not be lulled by the estimated life is still long ..

maybe after reading this you already do not have the time anymore, or even I who write this itself was not a long time again to stay upright over time ..

Obligations more than the time available (Imam Shahid Hasan al-Banna)

regards the change!
Starting with yourself, Starting from a small thing and the Start of the now.

Juni, 23

17:37 pm
(@ PURBI, Kontrakan near-Depok campus)

coretan I

Irama yang teratur itu kian dekat mengikuti hari-hari ini, sebuah detakan kecil tapi mematikan dan sifatnya egois, dan kita biasa menyebutnya WAKTU


saya dan kalian pun mau tidak mau terus dibuntuti oleh satu benda ini bukan?, silahkan saja berfikir untuk menghentikan waktu, tapi dia punya lebih dari bermilyar2 nyawa yang tiada habisnya, hanya Sang Pencipta Waktu lah yang dapat menaklukannya…

Allah..

yappp…
akhirnya kita semua mau tidak mau, suka-tidak suka mengalah, mengikuti dan mengejar waktu agar kita tetap bertahan hidup…

kita bisa menaklukan waktu dan berdiri tegak di atasnya dengan menggunakan atas nama PRODUKTIFITAS..
jangan sampai terlena dengan waktu yang lapang, jangan terlena dengan perkiraan hidup masih lama..

boleh jadi setelah membaca ini anda sudah tidak memiliki waktu lagi, atau bahkan saya sendiripun yang menulis ini sudah tidak memiliki waktu yang lama lagi untuk tetap tegak diatas waktu..

“kewajiban lebih banyak daripada waktu yang tersedia” (Imam Syahid Hasan Al-Banna)

salam perubahan!!
Mulai dari diri sendiri, Mulai dari Hal yang kecil dan Mulai dari saat ini.

23juni2011
17.37 WIB
(@PURBI, Kontrakan dekat kampus-Depok)

terus bergerak hingga lelah itu sendiri lelah mengejarku….salam semangat..

terus bergerak hingga lelah itu sendiri lelah mengejarku….
salam semangat..